Avril n Me

Avril n Me

Read This yooo!!!!!!

Yang aku tulis di sini hanya sekadar contoh saja (khususnya tugas2 kuliah). Jika mau mengCopy gak apa2 seeh, asalkan gak dicopy seluruhnya gitu alias hanya sebagai refrensi. Bila ada yang berniat jelek (diCopy semua terus diklaim jadi hasilnya si pengCopy)aku gak bakal tau seeh, tapi ada Allah yang MahaTau. Semoga bermanfaat,, karna aku cuma mau share ke temen2...!!!!^^

Thursday, November 08, 2012

Bukan Sepasang Merpati



Mereka berdua tertawa bersama-sama setelah mendengar kata-kata dari seorang teman mereka. Sudah lebih dari tiga kali mereka disebut pasangan serasi, padahal Rana dan Azam hanyalah teman biasa. Rana menganggap Azam adalah kakaknya, karena memang umur Azam lebih tua dua tahun dari Rana. Mereka berdua cukup dekat diakibatkan karena mereka sama-sama mengikuti kegiatan intra kuliah yang sama di kampus mereka. Beberapa hari ini cukup padat jadwal kegiatan, maka mereka selalu terlihat bersama di setiap saat dan tempat.
Rana merasa kasihan pada Azam bila terus digosipkan memiliki hubungan dengannya. Secara Rana itu bukanlah gadis dengan penampilan rupawan seperti Azam yang bisa dibilang cukup tampan. Ia sempat berpikir untuk menghindar saja, namun mereka masih ada proyek bersama. Jadi sepertinya niat itu ia urungkan dulu.
Rounded Rectangle: 2Azam menanggapinya dengan santai. Ia tak masalah jika ada gosip seperti itu. Selama ia tak merasa terganggu dan gosipnya masih dalam batasan wajar, ia akan diam saja. Namun, ia tahu Rana merasa jengah dengan gosip kedekatan mereka. Sudah Azam katakan bahwa ia tak apa-apa, masih saja Rana merasa tak enak hati.
“Ya udahlah Ran, santai aja. Selama masalahnya belum kompleks kita sikapi biasa aja deh!!!” Kata Azam saat mereka sedang ngobrol di depan kontrakan Rana.
“Hm, iya Zam. Tapi ada masalah lain.”
“Masalah apa’an? Kalo ada masalah omongin aja Ran! Kamu tuh mesti gitu, diem aja kalo ada masalah. Habis itu ngambek ke semua orang deh. Apa kamu kira semua orang bisa paham sama bahasa kalbu kamu?”
“Bukannya gitu Zam! Kamu kok malah marahin aku sih? Kamu ke sini Cuma mau marah-marah doank apa mau ngopy proposal? Bikin bete aja!” Rana mengembalikan flashdisk Azam dan kemudian masuk ke kamarnya.
“Lho, Rana kenapa Zam?” Tanya Sela teman satu kontrakan Rana yang juga teman sekampung Azam.
“Ngambek kayak biasanya!”

“Tapi kalo sama kamu dia jarang ngambek kok, dia tuh emang gitu. Gede ambeknya, maklumi ajalah.”
“Iya, aku juga udah tau kok!”, “Ok aku balik dulu!”
Rana mendengar percakapan antara Azam dan Sela dari dalam kamarnya yang kebetulan dekat dengan ruang tamu. Kemudian ia merasa sangat menyesal sekali dengan perbuatannya tadi yang sangat kekanak-kanakan. Mau gimana lagi, sifat Rana memang seperti itu. Ia tidak bisa bila dimarahi atau dikritik orang lain jika sedang dalam suasana hati yang buruk. Rana berniat meminta maaf pada Azam melalui pesan singkat.
Zam, sorry banget ya!!
Ia kirim pesan singkat itu ke nomor hape Azam. Tak berapa lama Azam menjawab:
Haha, santai aja kali Ran! Besok anterin buat ngirim surat undangan ya!
Ok!
Rounded Rectangle: 4Rana tersenyum, hanya Azam yang bisa melumerkan segera suasana hatinya yang sedang tidak enak. Senyuman Azam membuatnya ikut tersenyum juga. Eits, jangan kira kalau si Rana suka sama Azam lho. Salah besaaaaaar!!! Karena sebenarnya Rana sedang jatuh cinta sama teman sekelasnya. Azam pun tau itu. Satu-satunya cowok yang tau rahasia Rana. Jadi dua-duanya memang tidak sedang jatuh cinta ataupun saling mencintai.

Keesokan harinya Rana dan Azam janjian bertemu di kantin kampus. Saat menunggu Azam, Rana memilih untuk sarapan terlebih dahulu. Ia harus mengisi perutnya sebelum minum obat dari ibunya. Karena terlalu banyak kegiatan, akhir-akhir ini fisik Rana sudah tak kuat lagi. Penyakit lamanya kambuh. Sebuah penyakit yang diakibatkan oleh sang pasien telat makan atau bhakan jarang makan. Tau kan kalau itu penyakit maag, dan maag Rana sudah pada tahap akut.
Tak berapa lama, Azam datang bersama Hilman. Hilman juga teman satu kegiatan intra kampus Rana, tapi ia tidak begitu dekat dengan Hilman. Mereka nampak terdiam dan tak seperti biasanya langsung duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Rana merasa ada yang tidak beres, ia ingin bertanya namun takut ada yang salah. Ia hanya mengirimkan sms pada Azam.
Heh, km n Hilman ada mslah apa? Dteng2 kok pda cemberut gtu?
Azam hanya membaca pesan singkat Rana, ia menggelengkan kepala dan tak mengatakan apa-apa. Rana merasa salah tingkah. Ia kemudian tak melanjutkan makan dan ia lupa untuk minum obat. Ia buru-buru membayar makanannya dan pergi bersama Azam menuju kantor fakultasnya, meninggalkan Hilman yang diam saja sambil melihat hape-nya.
Setelah berjalan agak jauh, Azam bercerita bahwa Hilman sedang tidak dalam cuaca hati yang baik. Katanya, ia melihat cewek yang ia sukai—untuk pertama kalinya dibonceng cowok lain lewat depan matanya dan menyapa ketika bertemu tadi.
“Haha, jadi si Hilman lagi patah hati? Kasian banget tuh anak!”
“Iya, tapi jangan diketawain gitu dunk. Aku aja dari tadi takut yang mau ngomong.”
“Ya udah deh, kamu yang kasiin undangannya. Aku lagi gak mau ketemu Pak Umar.”
“Lho kok gitu, ayo bareng-bareng masuknya.”
Rana tetap diam di tempatnya, tidak bergerak sama sekali. Azam terpaksa masuk dan menghadap Pak Umar sendirian. Alasan kenapa ia tak mau  ikut menghadap orang nomer satu di fakultasnya itu adalah karena orang tersebut paman dari Rana. Beliau mendengar rumor bahwa keponakannya sedang menjalin hubungan dengan salah seorang mahasiswanya. Tentu saja jika beliau bertanya pada sang ponakan langsung, Rana tak akan mau menjawabnya.
Hampir lima belas menit, akhirnya Azam keluar dengan wajah aneh. Ia sepertinya kebingungan dan sedang bertanya-tanya dalam hati. Rana segera menghampirinya.
“Hei, kenapa? Kok keliatan bingung gitu?”
“Tadi pas di dalem, Pak Umar tanya nama sama aku kuliah jurusan apa. Selain itu bapak tadi juga tanya apa aku pacar kamu. Ngapain ya Pak Umar tanya-tanya gitu?”
“Oh, KEPO kale tuh orang. Gak sengaja pas liat kita jalan bareng trus langsung deh tanya apa aku pacar kamu. Udah gak usah dipikirin.” Rana melihat sekelebat bayangan orang yang mirip pamannya sedang mengintip dari balik jendela lantai dua. Jelasnya itu memang sang paman. Hape Rana berbunyi.
“Eh, bentar ya ada telepon.” Rana menjauhi Azam untuk menjawab telepon sang paman. Ia nampak marah dan langsung menutup telepon itu.
“Ayo pergi dari sini Zam!” Wajah Rana terlihat marah. Ia sangat tidak suka dengan omongan sang paman. Beliau mengira Azam pacar Rana dan melarang Rana jalan dengan Azam lagi. 
Aneh sekali bagi Rana, mana bisa ia menjauhi Azam jika mereka hanya berteman saja. Teman, bukan sepasang kekasih, bukan sepasang merpati yang saling terikat hati. Apa tak boleh lelaki dan perempuan berteman?
“Tadi Hilman, sekarang kamu Ran. Ada apa seh hari ini, kok sampek bisa bikin orang-orang jadi gak mood gini?”
“Sorry Zam, aku gak maksud jadi uring-uringan gini. Tapi tiba-tiba aku marah dan pengen banget teriak yang kenceng.”
“Ya udah, kita jalan-jalan dulu yuk! Aku ngajak Hilman sekalian ya!”
Rana hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Azam ketika di atas motor. Ia lupa jika mereka masih di dalam kampus. Ia juga lupa kalau sudah tersebar rumor ‘hubungan’nya dengan Azam. Beberapa orang yang mengenal Azam kaget. Beberapa lagi yang kenal Rana tersenyum. Mereka mengira Azam dan Rana memang benar-benar pacaran.
Azam pun tidak mencoba mengingatkan Rana. Ia merasa kasihan, mungkin dengan begitu hati Rana menjadi tenang. Ketika mereka sampai di kantin, Hilman sudah tidak ada. Akhirnya Azam memutuskan mereka pergi hanya berdua. Ia meminta Rana mengirim pesan ke Hilman agar Hilman menyusul mereka. Sayangnya, Hilman tidak mau.
Di tempat biasa mereka menghilangkan suntuk itu terlihat sepi, tak banyak orang datang seperti biasanya. Mereka duduk di bukit teratas, dari tempat mereka bisa melihat sekeliling dengan jelas. Rana mengeluarkan headset dan mulai mendengarkan lagu. Volume paling kencang hingga Azam bisa mendengar lagu yang sedang diputar.
Dilepaskannya satu headset dan ia pasang di telinga kanannya. Duduknya pun sedikit mendekati Rana agar ia bisa ikut menikmati lagu kesukaannya. Bagi Rana itu tak masalah. Karena mereka bukan datang sebagai pacar yang mau pacaran, tapi dua orang teman yang sedang menghilangkan suntuk dan kepenatan dari aktivitas sehari-hari. Semilir menerpa wajah mereka. Daun-daun ada yang berguguran jatuh tepat di atas kepala. Suara kicauan burung masih terdengar. Rana ingin teriak namun ia takut orang-orang mengira ada apa. Ia hanya sanggup menangis.
Ia kesal, kenapa sang paman sangat mencampuri urusan dan kehidupan Rana. Seharusnya ia tak memilih kuliah di kampus itu jika bukan karena sang ibu yang memintanya. Jadi ia tak perlu harus diam-diam pergi dengan temannya, atau tak harus berbohong pada sang ibu tentang beberapa hal. Ia benci pamannya yang sok tau itu, mungkin karena beliau tak memiliki anak jadi merasa Rana adalah anak gadisnya juga.
“Rana!” terdengar suara yang sudah tak asing lagi. Suara paman Rana, Pak Umar. Beliau salah menyangka. Rana dan Azam seperti dua sejoli yang sedang berpacaran.
“Paman.” Jerit Rana
“Pak Umar? Paman?” Azam terlihat bingung.
“Apa-apa kalian? Kamu bilang dia ini bukan siapa-siapa kamu Rana? Kamu lupa kalau kamu sudah paman jodohkan dengan anak teman paman?” Pak Umar menyeret tangan Rana, namun Rana menipis tangannya.
“Kami gak lagi pacaran kayak yang paman kirain. Kita cuma lagi duduk aja paman. Rana gak lupa dan gak bisa lupa. Rana tau, Rana lagi dijodohin. Tapi apa pernah paman tanya perasaan Rana? Dia ini teman Rana paman, bukan berarti kita berduan di sini trus kita lagi pacaran!”
“Ah, bohong aja trus kamu. Jono, buka pintu mobilnya!”
Rana berontak dan teriak, seketika perutnya sakit sekali. Seperti ditusuk pisau berulang-ulang. Ia kemudian pingsan karena sakit hebat yang ia rasakan. Azam, Pak Umar, dan Jono supir Pak Umar kaget melihat Rana yang pingsan. Segera Rana dibawa menuju rumah sakit terdekat.

Sudah hampir setengah hari Rana pingsang dan harus dirawat di rumah sakit Harapan Bangsa. Maag-nya sudah parah, badannya sudah tak sanggup lagi bertahan hingga saat ia dan pamannya bertengkar. Azam panik, begitu juga Pak Umar. Mereka tak menyangka Rana akan pingsan. Sebelum dibawa ke rumah sakit, mereka tak tau penyebab Rana pingsan. Dan ternyata maag-nya kambuh.
Ibu Rana datang setelah di telepon. Jauh-jauh dari Palembang, sang ibu merasa khawatir. Itu terlihat dari raut wajahnya. Rana mendengar suara ibunya, langsung ia memanggil,
“Bu...”
Ibunya menghampiri dan mengusap kepala anak satu-satunya itu. Sambil berbisik ibunya berkata, “Iya sayang. Ibu di sini.”
Rana tersenyum meski ia menahan sakit yang luar biasa di perutnya. Reaksi obatnya mungkin sudah hilang. Ia mengeluh pada ibunya dan meminta dibawakan obat lagi. Ia tak sanggup menahan rasa sakit itu. Tak berapa lama suster dan dokter datang membawa obat-obatan.
Setelah meminum obatnya, Rana bertanya di mana apa ada temannya yang menjenguk.
“Banyak, tapi mereka ada di depan. Belum ibu suruh masuk.”
“Rana pengen ketemu yang namanya Azam bu.”
Ibunya langsung memanggil Azam. Kemudian Azam masuk namun tidak sendirian, ia bersama Hilman. Rana meminta ibunya keluar sebentar karena ada hal yang ingin dibicarakan dengan temannya.
“Rana, kamu kok gak bilang kalau Pak Umar itu paman kamu?”
“Iya maaf Zam, aku cuma gak pengen ada yang tau aja. Eh, kamu gak diapa-apain kan sama pamanku?”
“Gak. Waktu kamu pingsan dan dibawa ke sini, aku langsung sms Hilman minta dia dateng. Aku jelasin semuanya ke paman dan ibu kamu, kalau kita gak ada apa-apa.”
“Alhamdulillah deh, kalau semuanya udah jelas.”
“Tapi kamu juga gak cerita kalau kamu dijodohin.”
“Hm, itu cuma ide gila paman ku. Lebih tepatnya bukan dijodohin, tapi cuma mau dikenalin aja. Padahal aku udah bilang aku lagi suka sama orang lain, mungkin itu dikira kamu ya. Hahaha. Aduh.” Rana memengangi perutnya yang masih nyeri.
Kemudian mereka tertawa. Lucu memang. Setiap kali ada laki-laki dan perempuan yang naik motor bareng, keluar berdua bareng, jalan di kampus bareng, dan selalu bertemu ketika mereka sedang berdua langsung saja dikira pacaran. Padahal dua orang tersebut hanya teman dekat yang sedang menghabiskan waktu bersama.
Paman dan Ibu Rana masuk ke kamar,
“Rana, kalau kamu memang suka sama Azam. Paman gak akan maksa kamu ketemu anak temannya paman kok.”
“Iya sayang, ibu gak mau kamu jadi kepikiran trus lupa makan akhirnya maag kamu kambuh kayak gini.”
Rana, Azam, dan Hilman bengong. Mereka bingung, bukannya sudah jelas ya kalau Azam dan Rana hanya berteman. Hilman sampai bersumpah di depan paman Rana sewaktu menjelaskan tadi.
“Paman gak nyangka, ternyata kalian sudah saling suka. Jadi buat apa paman maksa ya.” Pak Umar dan ibu Rana tersenyum berdua.
“Maksud paman apa? Rana bingung paman!”
“Azam ini anak Pak Lukman, yang mau paman kenalin ke kamu. Paman gak tau kalau anaknya Pak Lukman kuliah di sini juga.”
“Apa?” Rana kaget, begitu pula Azam. Hilman hanya tertawa tertahan. Ternyata Azam-lah orang yang akan dijodohkan dengan Rana.



#4 November 2012




Thursday, November 01, 2012

Hufth...!!!????@#$%^&*

Minggu-minggu yang berat bagiku. Bagaimana tidak, aku harus menyelesaikan begitu banyak take home dari pak dan bu dosen. Aku lelah dari segi pikiran, tenaga, dan usaha dalam mengerjakannya. Aku sekarang berharap bahwa hasil yang aku tunggu dan aku mau sesuai dengan apa yang telah aku kerjakan. Semoga saja begitu dan harusnya begitu ya. Aku gak mau dapat nilai jelek, nanti ibu ku tanya, 'kenapa kok nilainya jelek dek?' dan aku paling malas menjawab pertanyaan seperti itu.

Saturday, October 27, 2012

Aku masih menyimpan rasaku padamu. Tak mungkin secepat kilat aku melupakanmu, meskipun aku tau kita gak mungkin akan bersama-sama seperti yang aku mau. Bahkan jika akhir-akhir ini kita tak sedekat dulu lagi, sudah tak bisa bercanda seperti dulu lagi, aku masih akan mennyimpannya. Aku berharap akan mendapatkan orang yang sama sepertimu. Memiliki hati yang baik, keinginan yang kuat, kemampuan yang hebat, ketampanan yang mempesona, dan segala tentang kamu. 

Allah memberikan kita waktu dua puluh delapan hari untuk bersama-sama menjalani kewajiban kita sebagai mahasiswa. Dalam waktu sebulan kurang itu aku merasa aku akan melupakanmu, kamu selalu membuatku ingin marah dan cemburu dengan melihatmu bertingkah dan dekat dengan cewek-cewek lain. Setelah aku pertimbangkan lagi, aku tak mungkin mudah melupakan dirimu. Aku hanya akan selalu melihat ke arahmu, selama aku mau dan aku bisa.

Andai waktu mengijinkan kita bersama di saat hanya ada aku dan kamu, aku sangat beryukur. Namun bukan pada waktu indah yang kita lalui, tapi pada Allah yang mau memberikan tambahan waktu bagiku untuk menikmati saat-saat ada di sisimu.

Friday, October 05, 2012

Poligami, anugrah ato musibah?

Mungkin bagi para bapak-bapak (kaum lelaki) di mana pun berada poligami adalah hal yang paling 'menyenangkan'. Namun taukah mereka jika istri pertama mereka yang telah mereka nikahi jauh lebih lama dari istri kedua dan selanjutnya(?) itu merasa patah hati dan terluka??? Selain istri pertama, anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan dari keluarga yang ber-poligami tersebut maka akan sedih dan tak mau kasih sayang itu terbagi-bagi (bahkan kadang seorang anak tak mau ayahnya lebih sayang pada kakak ato adiknya). Adil adalah suatu hal yang harus dipenuhi dalam menjalankan pernikahan poligami ini, dan bagaimana bisa adil jika anak-anak mereka tak mendapatkan kebahagian yang sama?? Saran saya adalah sebelum anda para laki-laki di belahan bumi mana pun ingin ber-poligami setidaknya tanyakan dulu apa istri pertama anda IKHLAS lahir batin 'membagi' anda dengan wanita lain, di samping itu juga pikirkan apa anda akan bisa benar-benar adil kepada istri-istri anda juga anak-anak anda. Jangan sampai istri anda tertekan melihat madunya (meski untuk ikhlas sangat susah) lebih mesra dengan anda. Jangan pula membiarkan anak-anak anda saling bermusuhan ketika mereka merasa ketidakadilan terjadi. Jadi poligami itu anugrah ato musibah???




#efek dari melihat film Kehormatan Di Balik Kerudung

Thursday, July 12, 2012

Waduh,, keterlaluan!!!!!!
Kok bisa aku mimpi kayak gitu  yaaa??? Apalagi itu mimpi sama tuh anak.. Hash!! Suck!!!
Ini gara2 aku kangen lama gag becanda sama dy seeh,, jadi kebawa2 mimpi daah...
Pi ogah kalo mimpinya kayak terakhir kali itu....
:(

Wednesday, June 20, 2012

Kebodohan

"wis diomongi ox...kau tdk bs memaksa orang lain untuk menyukaimu...sebanyak apapun senyum yg kau berikan untuknya...bantuan yang kau ksh buat dia...atau sesering apapun kau ada untuknya...dia ttp tdk memerlukan alasan untuk tdk suka padamu...jd...tdk perlu ada kata kenapa?"

Ini status dari bu dosenku yg gag sengaja kebaca....
Isinya menyadarkan aku bahwa sebanyak apapun usahaku untuk membuat dia tau aku mencintai dia,, mungkin tak akan seindah kenyataan yang aku harapkan. Tapi memangnya apa yang aku harapkan coba? Dia juga mencintai aku kah? Atau dia akan jadi kekasihku? Bodohnya aku! Tak seharusnya kan aku berharap lebih, toh cinta itu tulus dan datangnya dari hati yang suci. Aku tau aku harus membuka mata dan hati untuk orang lain, tapi untuk saat ini aku belum bisa dan belum mau. Jika aku boleh berharap, aku ingin bisa temukan orang yang seperti dirimu. Kamu bagaikan suatu kesempurnaan yang kadang ada celanya, tapi hanya sedikit. Moga kita ketemu jodoh yang seperti kita harapkan ya. Aku harus bisa bahagia dengan atau tanpa kamu.^^

Sunday, June 17, 2012

Ditinggal lagi...

"Yang jelas uas besok tuh aku udah pindah kontrakan di perum!" katanya mengakhiri percakapan kami tadi.
Semakin jauh saja jarak yang akan memisahkan kami. Aku gag mau kehilangan teman yang sudah aku anggap saudara sendiri itu. Dia bagaikan kakak yang selalu membantu dan menolongku kapan pun aku mintai pertolongan. Kalo jauh-jauhan gini jadi gag bisa minta tolong lagi donk. Kadang ngerasa gag enak hati, kadang emang ngerasa cuma dia dan satu 'kakak' lagi yang bisa bantuin aku.
Maaf ya kalo kalian pikir aku manfaatin, sebenarnya aku gag manfaatin seeh lebih ke arah aku percayanya cuma sama kalian doank. Jadi ya aku lebih suka ngerepoti kalian. Hehehe.... Aku berharap sejauh apapun jarak yang misahin kita, kita bakalan tetap jadi teman baik. Tiap kalian butuh bantuan dan aku bisa membantu akan aku usahakan.

Wednesday, June 13, 2012

Kerinduanku

Untuk pertama kalinya aku lihat orang itu maen drum. Keren! Aku tau kalo dy itu drumer pi gag pernah sekalipun tau dia pas ngegebuk drum. Kemarin malam akhirnya aku bisa melihat dan diiringi olehnya. Bangga plus senang. Alhamdulillah.

Jujur saja, orang yang sudah ku anggap kakak sekaligus teman baikku itu sangat aku rindukan sapaan hangatnya, candaannya, gurauannya, celetukkannya, bahkan hinaannya yang bagiku adalah kritikan membangun untukku. Dia ada ketika aku sedang merasa sakit hati pada teman2ku yang lainnya.
Sebenarnya bukan hanya dia, tapi ada satu orang lagi yang sangat aku rindukan dan ingin ku ajak bicara. Dia sungguh baik hati dan aku merasa dia bisa memperlakukan aku sebaik dia memperlakukan wanita yang laiinya. Kedua orang ini membuatku merasa menjadi wanita dan bisa membuatku nyaman berada di dekat mereka.
Sayang sekali karena kesibukan kami masing-masing, kami jarang mengobrol bersama2 dan becanda gurau seperti biasanya. Aku bangga pernah kenal dan bisa berteman dengan mereka berdua. aku pun bersyukur sekali kepada Allah SWT karna Ia lah yang bisa mempertemukanku dengan dua orangv yang saling bertolak belakang sifatnya ini namun bisa sama-sama bisa memahami aku.
Maaf jika aku sering menempatkan kalian di saat-saat yang paling kalian benci. Maafkan juga kadang aku tidak peduli kata-kata kalian. Kini aku rindukan kalian untuk ada bersamaku hanya untuk sekadar bercanda bersama-sama......
Miss you so much guys!!!! Really I do...... T.T

Monday, April 23, 2012

Cerita seminggu ini

Assalamualaikum,, aku mau cerita neeeeh......
Minggu yang lalu aku sakit panas dan tidak bisa menjalankan aktivitas ku biasanya untuk pergi ke kampus. Bisa jadi aku ketularan ibuku yang juga sedang sakit. Esok harinya aku memeriksakan diri dan pak dokter memberitahukanku untuk berdiet agar lebih sehat dan tidak sering sakit bahkan bisa mendapatkan sakit yang jauh lebih kompleks dari hanya sekedar demam. di hari ketiga pada minggu itu aku ada kelas dan aku tidak bisa menghubungi dia, aku khawatir dia tak tahu mengenai kuliah ini dan akan absen untuk kesekian kalinya. Maka aku berniat untuk menjemputnya di rumahnya, sayangnya ia pergi entah ke mana bahkan sang ibu tak tahu ia sedang pergi ke mana. Dasar!!! Aku putuskan untuk pergi sendirian ke kampus walaupun dengan kondisi kurang fit. Sesampainya di Madura, aku langsung pergi ke kontrakan temanku tempat biasanya kumpul. Betapa kagetnya akumelihat dia yang sedang bermain game, namun aku senang setelah tahu ia ada di sana. Aku sempat malu, apa aku harus mengatakan kalau aku menjemputnya ya? Namun aku putuskan untuk berdiam diri saja. Aku mengira malam itu akan sendirian di kost untungnya ada dua orang teman kost yang baru datang. 
Di hari selanjutnya, kondisiku mulai tidak stabil lagi. Wajahku agak pucat karena semalam hanya makan sebuah apel. Aku meminta salah seorang temanku untuk pergi bersama-sama ke kampus. Di kampus, aku dan dia bertemu. Tiba-tiba dia bertanya mengapa aku datang ke rumahnya, dengan sedikit gugup yang kututupi aku menjawab untuk menjemputnya siapa tahu dia tak tahu ada kuliah kemarin. Dia berkata bahwa sang ibu marah, entah karena sebab apa mungkin karena dia tak berpamitan terlebih dahulu. Kemudian setelah kuliah kami pergi ke base camp. Sempat bermain dan balik lagi ke kampus untuk konsultasi ke dosen. Pukul dua siang aku dan beberapa temanku pulang bersama diiringi hujan yang turun sedikit demi sedikit dari langit. Bodohnya aku, karena di tengah perjalanan baru ingat bahwa aku meninggalkan charger laptop di kamar kost. Maka aku putuskan kembali ke kost dipercepat menjadi hari sabtu.
Sehari di rumah, seperti biasa aku bertengkar dengan ibuku. Aku dan beliau memang kadang terlihat akur kadang berantem tak sampai lama tapi. Sabtu siang aku kembali dan beres-beres kamar juga pakaian ku. Malam harinya nyicil mengerjakan tugas take home. Minggu pagi aku sarapan dengan sisa sarden yang aku masak kemaren. Siang harinya masak mie dengan racikan bumbu sendiri. Setelah itu kumpul dengan anak-anak di kost membahas take home drama. Saat malam beranjak aku dan Fia janjian untuk mengerjakan tugas bersama di base camp. Aku sampai terlebih dahulu di sana, aku kira anak-anak sedang mengerjakan tugasnya eh malah maen game. Aku pun berusaha mengerjakan tugas sendiri di kamar Sidiq. Dari kamar itu aku bisa melihat jelas wajah si dia, hahaha..... Kami berdua sempat becanda bersama-sama dan itu membuatku tersenyum-senyum sendirian. Gak terlupakan deeh moment itu, apalagi saat dia mengajakku makan malam meski tidak hanya berdua saja. Dia menraktirku karena kebetulan aku tidak membawa uang lebih. Aku memilih untuk dibonceng olehnya ketimbang harus membonceng Sidiq. Jelas donk, karena aku gak mau pisah dari dia. Ada kesempatan ya gak boleh disia-siakan. Itu berkah dari Allah. Sepulangnya dari makan malam bersama, aku menonton film bersama Fia dan Edo karena laptopku dipinjam oleh Irvan. Aku malah sempat ketiduran di kamar Ujanng karena sudah benar-benar mengantuk dan pukul setengah satu aku dan Fia kembali ke kost. Aku pun mengakhiri petualangan ku seharian bersama si dia dan mengakhiri pula cerita tentang seminggu kemarin....... 
Wassalam......

Monday, April 09, 2012

Happy to know you

Sometimes I think if I never come here could I met you and fell in love with you? I ever felt disappointed with my condition to be here, but after knew you it was different. Indeed I tired to in love if it just one side love, but not this love. I'm happy give my love to you, you make me know everything. You teach me about love, live, and many other things. So, could it be worse if I didn't met you? How I'm now without you? Could I struggle 'till this time if I never met you? Is it you who make me different? Did you?

Tuesday, April 03, 2012

Puisikah Ini?

Berkali-kali aku menunggumu,
Menanti kehadiranmu,
Namun kamu masih dengan egoismu,
Tak anggapku ada didekatmu..
Kamu datang kemudian pergi,
Hilang sesuka hati.
Sedikitpun tak hiraukan diri ini,
yang masih saja sendiri...
Di mana kamu sekarang?
Kini rinduku mulai bersarang.
Jahatnya kamu buatku bimbang,
Di tengah-tengah lautan karang.....


Friday, March 02, 2012

Berkah Allah hari ini

Alhamdulillah,, makasii ya Allah... Engkau telah memberikan karunia yang sangat aku impikan hari ini.... Langsung aja aku bakal cerita apa seeh karunia itu sampek2 aku ngerasa bahagia banget gini.... Jadi begini ceritanya:
Pagi hari aku berangkat tanpa perasaan apapun,, hanya ada rasa kantuk yang tak bisa hilang... Saat kuliah poetry tadi pagi aku bisa duduk bersebelahan dengan dia dan bercanda bersama2.... Kuliah hari ini hanya sebentar karna baru awal masuk kuliah... Kami memutuskan balik ke kontrakan or base camp.... Di sana hanya ada dua teman kami.... Seperti biasa kami becanda dan ngobrol tentang sesuatu yang cukup "berbobot" yaitu masalah apa yang menjadi cita2 kami semua nanti saat lulus kuliah dan diwisuda.... Dari obrolan itu aku bisa mengerti apa saja cita2nya nanti.... Kemudian kami pergi untuk makan mie ayam di daerah perum... Saat berangkat itu aku memilih utk dibonceng olehnya dan saat di tempat makan itu aku duduk di sampingnya tepat... Aku gag mau jauh2 dari dia hari ini rasanya,, aku ingin membuat kenangan indah lainnya bersama dia... Lucunya dia masih belum kenyang,, dia membungkus gado2 campur (gado2 dikasih pentol) utk dimakan di base camp.... Sesampainya di base camp aku minta disuapi pentol sama dia (waw banget deeh).... :-) Dilanjut dengan bermain uno bareng2 satu base camp.... Sekitar jam 2 siang dia mengajakku utk pulang bareng (aku yg minta seeh awalnya).... Maka tadi aku pulang berdua saja dengan dia walo pake motor sendiri2.....
Hm,, aku gag pernah nyangka kalo hari ini aku bisa mengalami keadaan seperti itu tadi... Biasanya hanya aku alami di mimpi (bahkan belum lama ini aku mimpi tentang songong dan dia).... Makanya aku bersyukurrr banget deeh sama apa yang Allah limpahkan padaku hari ini... Aku pengen ngerasaain hal2 ini setiap hari bisa gag yaaaa.....?????

Wednesday, February 29, 2012

I'm 21th

Two days ago I had get my new age... Yes,, 21th after 20th last year... I'm very happy because my friends n my family still remember my birthday... Thanks a lot for them who pray for me and said "happy birthday",, I hope your pray will comes true by Allah's willing...:-)
But,, there is still one person I wait to say HBD to me... Never mind,,, I don't care if he doesn't want to say it.... May be he forget (how come...???) my birthday.....
My pray for this age are (because there are many pray that I want to ask)
  1. I can be a good person than before n more diligent to sholat also read holy Qur'an....
  2. I want to get fluency for my KKN in this July...
  3. I hope can pass this semester well (get a very good mark)....
  4. My Ip raise until 3 point 5...
  5. I can press my ego n not to think like children....
  6. And I can incarnating all my pray above.....
Amiiieeennn..... :D

Luka darinya yang cukup nyata

Hari ini sama seperti biasanya,, aku suka becanda sama teman2ku.. Namun ada sedikit yang berbeda,, karna hari ini aku kuliah dengan kakak kelasku yang satu kosan denganku membuatku tak bisa becanda dengan teman sekelasku.. Entah ada sesuatu yang tak bisa aku jelaskan dengan kata2.. Aku dan mbak I keluar dari kelas,, kemudian langsung ke kantor fakultas.. Setelah itu kami makan dan kembali lagi ke kampus.. Aku berpisah dengannya di kantin karna mbak I masih ada urusan dengan dosen walinya.. Sedangkan aku menunggu waktu kuliah selanjutnya bersama anak2 di kantin.. Yaa biasalah kami becanda di sana,, hanya saja aku kurang tertarik untuk becanda seperti biasanya.. Dari kemarin aku malas dengan salah satu temanku yang (sepertinya) juga menyukai si dia.. Di kelas pun aku tidak semangat untuk becanda2 lagi... Tapi karna dia dari awal membuat hal2 yang lucu aku jadi ikut2an,, sayangnya dari aksiku untuk ikut2an itu aku mendapatkan luka yang cukup panjang di punggung tangan kananku... Hm,, niatku mau dekat dia malah dapatnya luka... T.T

Friday, February 24, 2012

Cerita hari ini

Sore tadi pas aku jemput ibu ku dari tempat kerjanya di depan poli rumah sakit ternama di Surabaya,, aku dapet kabar yang buat aku senang juga marah (campur aduk deh rasae)... Bapakku yang udah hampir enam tahun gak pernah aku temuin sabtu ini minta ketemu di terminal di daerah Nganjuk... Ya Allah,, aku bingung nantinya kalo udah ketemu aku bakalan ngomongin apa yaa..??? Nyampek di rumah,, aku malah marah2 ke ibuku... Buat apa seeh beliau bilang kalo aku mau ultah,, kan bapak jadi pengen ketemu.... Mungkin gara2 dulu aku pernah bilang kalo aku kangen sama bapak.. Tapi aku gak mau ketemu ee,, aku bingung itu tadi soale udah luama banget gak pernah ketemu... Kami sering sekali dua kali telepon2an sama bapak,, tapi ini beda masalahnya kalo udah ketemu.... Aku harus gimana Allah...??? Apa aku harus nemuin beliau...???? Aku gak mau bikin kedua orang tuaku ini merasa bersalah atas apa yang udah terjadi sekarang meski emang mereka juga salah... Dan aku gak mau ngancurin kesempatan ibu buat ketemuan sama bapak... Maka aku putusin untuk berangkat ke Nganjuk sabtu ini sama ibu buat ketemu sama bapak (orang yang membuatku bisa hidup di dunia ini namun ia juga yang menyiksa batinku selama aku bernapas)...
Aku jadi keinget sama kata2 ibu pas suatu hari kami sedang membahas masalah jodoh,, "Jadi jodohnya bapak sama ibu yaa cuma segini aja"... Tersobek2 hatiku ya Allah saat mendengarnya... Aku merasa sakit mendengarnya,, maaf kalo aku membuka luka lama ibu... Tapi aku satu2nya yang bisa menyatukan beliau berdua,, yaa kaan Allah...???? Ayu akan berusaha sekuat2nya ayu buat bikin ibu bersatu sama bapak,, meski itu gak mungkin sekalipun bu... Ayu janji nanti pas ayu wisuda ayu bakal ngajak bapak.... Ayu janji bu..... I promise to you mom.....
(Buat bapak,, maaf ayu selalu nuntut lebih karna ayu juga gak pernah dapet yang ayu mau dari bapak yaitu dibesarkan oleh kedua orang tua...)

Sunday, February 19, 2012

Kekuatan Buah


Beda warna, beda manfaat
Pasti kamu taunya cuma kalau makan buah dan sayur lima porsi sehari bikin badan kamu sehat. Yang mungkin kamu belum tau adalah sebaiknya buah dan sayur yang dimakan setiap hari bervariasi. Makanya dikenal slogan “Five a day, the color way”, untuk ngingetin kita akan pentingnya makan buah dan sayur dalam berbagai warna untuk mendapatkan semua gizi dan hara yang terkandung di dalamnya.

Buah berwarna biru dan ungu membantu memperlambat proses penuaan, meningkatkan daya ingat dan mengandung antioksidan yang dikenal bisa mencegah kanker.


Buah dan sayur berwarna hijau menjaga penglihatan dan kesehatan mata, melawan kanker dan mengandung kalsium untuk tulang kuat.

Buah dan sayur berwarna putih membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan resiko kanker dan menjaga tingkat kolesterol dalam batas yang aman dan sehat.

Buah dan sayur berwarna kuning merupakan sumber antioksidan tinggi dan membantu sistem daya tahan tubuh, fungsi jantung dan penglihatan serta membantu menurunkan resiko kanker.

Buah dan sayuran berwarna merah meningkatkan daya ingat, menjaga kesehatan jantung dan mencegah kanker.
Jadi pastikan buah dan sayur yang kamu makan sesuai dengan “Five a day, the color way”.

Tuesday, February 14, 2012

Double A

Sekarang ini aku lagi suka sama lagu2nya mbk sist Adele (tanpa ngelupain mbk sist Avril lhow yaa...), by the way kok sama yaa huruf depannya "A"..??? Tau lah, rahasia ilahi... Hahaha.... Aku suka sama lirik lagunya meski aku gak pernah ngerasaain pengalaman cinta yang sama kayak si dia.. Pii pas dipadukan dengan musikya yang aseekk gila buat didengerin dan bikin aku dapet banget 'feel' dari mbk sist Adele ini... Walaupun baru satu lagu yang aku apal liriknya,, pii udah beberapa seeh lagunya aku dengerin (hasil download-an, gag ada uang boss buat beli yang asli pii insyaAllah kalo ada rejeki beli CD aslinya dah... Amieen)... Enak2 semua deh, Rolling in the Deep yang dia nyanyiin pas di Grammy bikin aku goyangin badan ngikutin alurr musiknya... Awal aku ngedengerin lagunya dia yaitu pas diputer sama salah satu temenku, pertama cuma suka sama kata "Someone Like You"... Terus di salah satu acara di televisi aku denger Afgan ngebawain tuh lagu, aku cari2 lagunya di beberapa situs download lagu pii gak nemu2 yaa akhirnya minta deh ke temenku... Video klip lagu ini cukup simple dan seakan kita diminta ngikutin perjalanan si mbk sist Adele juga merasakan sakit hatinya ditinggal kawin... Lucunya aku yaa, aku awalnya gak pernah sadar akan isi sebenarnya lagu ini kalo gak dikasih tau temenku, soalnya aku cuma dengerin reff-nya aja dan gak nyoba buat ngikutin liriknya atau cari tau di Google... Hahaha, bodohnya!!! Piii dari situlah aku mencoba untuk ngapalin lagu ini dan sekarang udah lumayan apallah, kalo lagunya diputer bisa ngikutin liriknya.... Pengennya juga ngapalin beberapa lagu2 mbk sist Adele ini... Namun aku tak akan melupakan mbk sist Avril Lavigne karna...??? Karna apa ya...??? Bingung jawabnya, pokoknya aku ngefans dua2nya deeh..
Adele
Avril Lavigne
.

Succed recipe Mbak sist Adele ^^


Siapa yang paling bersinar di MTV Video Music Awards (VMA) yang disiarkan sehari sebelum Lebaran kemarin? Bukan Beyonce yang pamer kehamilannya. Bukan pula Lady Gaga yang tampil sebagai pria bernama Jo Calderone. Katy Perry yang memperoleh piala terbanyak malam itu? Juga bukan.
Jawabannya adalah Adele. Penyanyi cewek asal Inggris ini memukau sekitar tujuh ribu penonton dalam gedung dengan penampilannya, yang hanya ditemani piano, melantunkan "Someone Like You", single keduanya dari album "21".
Berbeda dengan para penyanyi wanita lainnya, resep sukses penyanyi yang bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini bukan lekuk tubuh semampai, kecanggihan teknologi instrumen musik dan studio, atau pilihan bermain di jalur musik trendi yang memadukan pop dengan R&B atau disco (Lady Gaga).
Adele juga tidak berkolaborasi dengan penyanyi top seperti Katy Perry, misalnya, yang menggaet Kanye West. Ataupun tampil dengan suguhan citra lewat kostum-kostum menghebohkan (Uhuk! Nicky Minaj!).
Penyanyi asal Tottenham ini memikat dunia dengan presentasi keresahan atau — istilah populer sekarang: galau — tingkat tinggi. Vokal berat Adele dan lirik lagu seolah menyihir siapa pun yang mendengarkan lagunya ikut merasakan emosi melankolis lagu.
Saat mengumumkan nominasi video terbaik dalam VMA kemarin, Katie Holmes menjelaskan bahwa ia juga terbawa emosi, ingin memukul dan menendang pria yang membuat Adele patah hati. Mulai dari Pink, Timbaland, Shannon Leto drummer 30 Seconds To Mars, sampai Jordin Sparks memuji penampilan Adele di VMA itu.
Kiat galau ini terasa unik sebab Adele terbukti sukses menyebar virus galaunya. Bahkan artis K-pop seperti Changmin dari DBSK pun jatuh cinta dengan keresahan gaya Adele. Album "21" kini telah terjual hingga sembilan juta kopi di seluruh dunia dan menjadi album terlaris dalam sepuluh tahun terakhir.
Silakan simak sendiri lirik lagu "Don't You Remember" yang ditulis Adele bersama Daniel Dodd Wilson.
I know I have a fickle heart and a bitterness
And a wandering eye and a heaviness in my head
But don't you remember? Don't you remember?
The reason you loved me before
Baby, please remember me once more…
(Aku sadar hatiku plin-plan dan menyimpan kepahitan, dan tatapan kosong dan beban berat di benakku, tetapi tidak kah kau ingat? Apakah kau tidak ingat? Alasan engkau mencintaiku sebelumnya, sayangku, tolong ingat sekali lagi).
Jika dibaca begitu saja, lirik itu mungkin terkesan melankolis murahan tetapi ketika diletupkan dengan vokal berat dan penjiwaan Adele, sulit untuk tidak ikut larut dalam emosi lagu.
Konsep galau Adele pun terasa baru dan menyegarkan karena kegelisahan itu dibalut dengan melodi musik-musik tidak populer: country, soul dan jazz. Kombinasi dua hal unik ini justru bisa diterima kalangan luas dan masuk dalam kategori pop. Baik "19" maupun "21" laku keras. Hal seperti ini bukanlah hal yang mudah karena hanya sedikit yang bisa melakukan "penyeberangan" seperti ini dalam musik.
Selain resep galau, kesuksesan Adele juga ditopang oleh kejeniusannya menulis lirik lagu. Gaya penulisan liriknya yang selalu bergaya seperti orang sedang bertutur, sehingga lirik lagu mudah dicerna. Pengalaman pribadinya (terutama dengan sang kekasih) sangat berperan. Ketika ia putus dengan kekasihnya, semua kepahitan dan pengalaman tidak menyenangkan itulah yang menginspirasi lirik-lirik dasyatnya.
Adele juga, percaya atau tidak, beruntung. Setelah sukses di Inggris, debut albumnya, "19", diedarkan juga di Amerika tetapi setelah hampir dua bulan lebih album ini tidak bergerak di pasar dan nyaris dianggap gagal.
Namun, faktor keberuntungannya hadir ketika ia harus tampil di Saturday Night Live. Episode dimana ia tampil merupakan episode SNL yang paling ditungu dan rating tertinggi. Soalnya, di episode ini, tampil juga Sarah Palin, yang waktu itu maju sebagai calon wakil presiden Amerika. Sehari setelah penampilannya, debut albumnya langsung melejit di iTunes dan Amazon.
Hanya dalam waktu sembilan bulan, album "19" mendapat dua sertifikat platinum di Amrik dan menang dua piala Grammy.
Lewat acara ini pulalah Adele bertemu produser top Rick Rubin yang membantunya di album "21".
Faktor keberuntungan juga yang mengantarkan Adele bertemu dengan di Ryan Tedder di tangga berjalan hotel dimana mereka menginap saat menghadiri Grammy. Dari pertemuan kebetulan itu, akhirnya terciptalah lagu-lagu dahsyat "Turning Table" dan "Rumor Has It".

Oleh Syanne Susita | Syanne Susita – Kam, 8 Sep 2011 10.42 WIB (taken from yahoo!)
Kuloajoek.blogspot.com