Avril n Me

Avril n Me

Read This yooo!!!!!!

Yang aku tulis di sini hanya sekadar contoh saja (khususnya tugas2 kuliah). Jika mau mengCopy gak apa2 seeh, asalkan gak dicopy seluruhnya gitu alias hanya sebagai refrensi. Bila ada yang berniat jelek (diCopy semua terus diklaim jadi hasilnya si pengCopy)aku gak bakal tau seeh, tapi ada Allah yang MahaTau. Semoga bermanfaat,, karna aku cuma mau share ke temen2...!!!!^^

Friday, September 09, 2011

Penggalan Kisah Tentang Aku

Kemarin malam adalah hari terpanjang ku bersamamu meski kita tak hanya berdua, tapi setidaknya kita hanya membicarakan masalah kita berdua. Aku tak akan menyesal untuk menjadikanmu koordinator acara, karena dengan begitu kita bisa sering berbicara. Ini memang salah, tapi aku menyukainya. Menyimpan perasaan itu sudah hal yang lumrah bagiku. Ketika untuk pertama kalinya aku menyukai sahabatku aku pun kehilangannya hanya dalam waktu beberapa hari saja. Lalu selama tiga tahun kami berlajar di sekolah bahkan di kelas yang sama, kami bagaikan musuh bebuyutan. Tidak ada lagi becandaan sebagai teman yang ada hanya kata-kata menyakitkan untuk satu sama lain. Aku membencinya karena ia tak mau dengan lapang hati menerima teman sepertiku yang menyukainya. Semakin kuat aku mencoba mengeluarkan bayangnya dari benakku maka semakin menari-nari bayangan itu dalam benakku. Ya sudah aku tidak lagi mencoba melupakannya. Kemudian diakhir-akhir kami bersekolah ada beberapa kejadian yang mjelibatkan aku dan ia dalam satu kesempatan. Namun entah mengapa ketika aku telah menjadi temannya di FB ia meremoveku? Masihkah ia marah dengan kejadian yang lalu? Sampai detik ini aku tak pernah tau alasan pasti kenapa ia tak mau lagi berteman denganku. Mungkinkah ia tak ingin aku terlalu mengharapkannya jika kami masih bersama dan berteman? Ataukah ia malu karena aku yang menyukainya bukan wanita yang sesuai tipenya?
Kali kedua aku menyukai temanku sendiri, tak secara langsung aku berpisah dengannya. Namun karena kami sudah lulus dan tak ada kabar sama sekali maka kami berpisah. Dan baru beberapa hari yang lalu kami berjumpa lagi setelah hampir 2,5 tahun tidak bertemu. Aku masih deg-deg’an jika menatap matanya. Bukan karena masih menyukainya hanya saja aku malu karena hampir semua orang yang ada di sana tau perasaanku dulu untuknya. Oh ya, ada hal yang tak biasa aku mengerti hingga saat ini. Mengapa di setiap kali aku mau mengucapkan nama seseorang lelaki yang aku sukai malah namanya yang muncul dalam benakku? Diriku merasa keanehan.
Dan dalam kehidupanku di kampus, ada beberapa laki-laki yang aku sukai. Ada yang kakak kelasku sendiri di jurusan yang sempat aku bohongi dengan dulu mengajak kenalan tapi dengan merahasiakan identitasku tapi gak lama. Aku menganggapnya hanya saudara karena aku sudah tau tipe wanita yang bagaimana yang ia sukai dan ia tampaknya tidak suka denganku dalam konteks aku menyukainya.


"To be continued"

No comments:

Post a Comment

Kuloajoek.blogspot.com