Avril n Me

Avril n Me

Read This yooo!!!!!!

Yang aku tulis di sini hanya sekadar contoh saja (khususnya tugas2 kuliah). Jika mau mengCopy gak apa2 seeh, asalkan gak dicopy seluruhnya gitu alias hanya sebagai refrensi. Bila ada yang berniat jelek (diCopy semua terus diklaim jadi hasilnya si pengCopy)aku gak bakal tau seeh, tapi ada Allah yang MahaTau. Semoga bermanfaat,, karna aku cuma mau share ke temen2...!!!!^^

Monday, December 05, 2011

Males GiLa!!!

Maaf ya kawan2,, tadi aku tidak datang untuk melihat kalian bermain futsal...... Habisnya aku bingung di sana mau ngapain?? Masak cuma liat kalian maen futsal doank?? Nganggur banget kan?? Pi aku nyoba buat ikutan meski dalam hati bilang "gag ada si doi jadi buat apa aku dateng??".... Aku juga ngerasa ada yang lain dari kalian (kata salah satu temanku)....

Wednesday, November 30, 2011

Cemburu ini membunuhku

Sejak kemarin aku merasa sangat cemburu bila melihat dia bersama yang lain. Padahal kami ini bukan siapa-siapa. Aku tau itu, gak bisa dipungkiri hal ini menyiksa batinku. Aku cemburu bahkan pada temanku sendiri. Aku gak mau dia memilih orang lain selain aku. Aku cuma mau dia sama aku. Terkesan egois banget ya?

Wednesday, November 23, 2011

Hm....

Kalau misalkan ada seseorang yang mau mencintai diriku apa adanya maka akan aku lupakan dirinya dan mencoba mencintai orang yang mencintai ku tanpa syarat apa2 itu. Namun adakah yang mau menerima ku apa adanya? Padahal aku hanya ingin pria yang sederhana, yang bisa jadi imam ku dan mau menerima aku maupun keluarga sebagaimana adanya. Bukankah itu "syarat" yang mudah? Atau ada yang salah dengan diri ku ini hingga tak ada kumbang mau menghampiri?

Inginku mengerti kamu

Aku mencoba untuk mengerti kamu sepenuhnya, tau apapun tentang kamu. Bagaimana sifat kamu? Bagaimana perilaku kamu? Dan beribu bagaimana lagi. Aku cuma ingin mencoba menyelami hingga dasarnya kehidupan kamu. Aku terpesona oleh kemilau sinar yang kamu pancarkan, aku terbuai olehnya. Lalu salahkah jika rasa kagum ini aku kembangkan menjadi sebuah cinta? Salahkah bila sahabat menyukai sahabat lainnya? Maaf sekali jika kamu hanya menganggapku teman dan tak pantas untuk mencintai kamu. Aku manusia biasa yang dapat merasakan cinta, karena ketika sang cupid memanahkan panah asmaranya tepat ke hatiku dan di ujung panah tersebut ada nama kamu itu bukan salahku kan? Keindahan hidup adalah ketika dapat mencintai dan juga dicintai. Aku sudah mencintai kamu, lalu kapan kamu mencintai aku?

Tuesday, November 22, 2011

Sebenarnya aku rindu

Hari ini adalah hari yang selalu aku nantikan. Karena dia nginap di tempat anak-anak seperti biasanya (hanya setiap senin ato ketika dia tidak sedang ...). Namun hari ini tak cukup lama untukku habiskan meredam rinduku. Masih ada beberapa tetes lagi untuk mengobati dahaga rindu ini. Jika ada "penghubungku" di sini (lagi sakit) aku selalu punya alasan untuk ke tempat anak-anak, untuk bertemu dia. Tapi sayang sekali aku tidak bisa datang tiba-tiba tanpa ada sebuah alasan, meski alasan kuatku adalah untuk menemuinya. Sebenarnya aku rindu dia, sangat!!

Monday, November 21, 2011

Lirik It Will Rain by Bruno Mars

If you ever leave me, baby
Leave some morphine at my door
'Cause it would take a whole lot of medication
To realize what we used to have
We don't have it anymore

There's no religion that could save me
No matter how long my knees are on the floor
So keep in mind all the sacrifices I'm makin'
Will keep you by my side
And keep you from walkin' out the door

Cause there will be no sunlight
If I lose you, baby
There will be no clear skies
If I lose you, baby
Just like the clouds
My eyes will do the same if you walk away
Everyday, it'll rain, rain, rain

I'll never be your mother's favorite
Your daddy can't even look me in the eye
Oooo if I was in their shoes, I'd be doin' the same thing
Sayin' there goes my little girl
Walkin' with that troublesome guy

But they're just afraid of something they can't understand
O... but little darlin' watch me change their minds
Yea for you I'll try I'll try I'll try I'll try
I'll pick up these broken pieces 'til I'm bleeding
If that will make you mine

Cause there will be no sunlight
If I lose you, baby
There will be no clear skies
If I lose you, baby
Just like the clouds
My eyes will do the same if you walk away
Everyday, it will rain, rain, rain

Oh don't just say, goodbye
Don't just say, goodbye
I'll pick up these broken pieces 'til I'm bleeding
If that will make it right

Cause there will be no sunlight
If I lose you, baby
And there will be no clear skies
If I lose you, baby
And just like the clouds
My eyes will do the same if you walk away
Everyday, it'll rain, rain, rain

Sunday, November 20, 2011

Adakah salah yg telah kulakukan padamu?

Seperti judulnya, apa aku pernah berbuat salah pada seseorang? Jika iya, aku harap ia mau berkata bahwa aku pernah lukai hatinya. Aku cuma gak mau punya musuh. Karna aku pun sudah kehilangan banyak sahabat yang aku bener2 sahabatku. Karna aku sudah terlalu banyak kehilangan. Mulai dari sosok ayah, teman yang aku sukai, sahabat yang anggap n kuanggap segalanya, dan harga diri. Mungkin aku sudah tak pantas untuk jadi apa-apa bagi orang-orang disekitarku. Aku gak tau arah hidupku lagi, karna satu-satunya alasan untuk aku bertahan telah menghancurkan hatiku, menghempaskan aku pada suatu kenyataan bahwa dialah orang yang harus aku benci. Kini aku hanya bisa menangis hening di balik tembok kamarku. Bahkan kini aku sangat tidak bisa menghargai kehadiran beliau dalam hidupku, padahal karna beliaulah aku bisa hidup sampai sebesar ini. Aku tumbuh menjadi orang yang sangat munafik dan terkadang menjengkelkan. Malah aku mendapatkan julukan tukang gondok (itu emang bawaan dari lahir cuy!!). Jadi sangat susah untuk mengubahnya, butuh waktu yang tidaklah sebentar. Maaf kepada seluruh pihak-pihak yang hatinya pernah sakiti entah disengaja atau tidak, aku cuma manusia biasa rek mohon dimaklumi saja.. Kalo gak bisa ya monggo jauhi diri ini tapi terima kasih kalo sudah mau mengerti aku.

Curhatan sebelum balik ke pulau garam

Hari ini, entah pukul berapa nanti, aku akan kembali ke tempat aku menuntut ilmu. Tempat di mana aku bisa bertemu pujaan hatiku, meski kami satu kota namun kami jarang untuk bertemu jika tidak ada acara tertentu. Bagiku ini sungguh menyiksa karena betapa anehnya kami yang satu kota hanya bisa bertemu jika di kampus. Oh God, aneh sekali! Tapi aku menerimanya. Esok hari aku akan bertemu dengannya setelah beberapa hari terpisahkan oleh hari libur. Aku gag sabar sekali, aku bener-bener kangen sama dia. Aku pengen banget mimpiin dia, tapi gag bisa. Kenapa ya? Padahal aku selalu memikirkannya (hal yang tak seharusnya). Seseorang berinitial A, aku kangen sama kamu!!!!

Friday, November 18, 2011

Entah Mau kasih Judul Apa...

Kenapa akhir-akhir ini sikap dia jadi aneh giman gitu yah? Banyak hal yang bikin aku speechless cak! Yang pertama, pas di kontrakan dia bilang "Joek,mau kemana? Aku kok kamu tinggal, gag sayang sama aku tah?" pas aku mau berangkat kuliah. Sumpah, aku langsung gag bisa jawab apa2 (dia sadar gag ya?) Terus, pas aku sms dia tanya tugasnya udah selesai apa belum? Dia malah keheranan and kayak gag percaya kalo aku cuma sms buat tanya itu. (hoho,tau ajah yah dia!). Ada hal lain lagi lhow, ini yang bikin aku gag mau pergi dari dia malam itu tapi aku putusin untuk pergi ajah. Ceritanya aku mau garap LPJ, tapi diajak anak2 makan dulu. Berhubung mereka kelamaan berangkatnya dan aku gag dapet pinjeman printer malem itu, aku gag jadi ikutan pergi makan dan milih untuk garap LPJ. Pas aku mau pulang dia ngikutin aku keluar dan tanya kok aku gag ikutan makan bareng ajah? (kesannya dia gag pengen aku pergi, pi mungkin cuma perasaanku ajah deh!). Setelah aku selesai garap LPJ, aku pengen ketemu sama dia lagi. Tapi ternyata dia and anak2 malah ke pelbar. Aku pengen nyusulin, rencananya seh mau ngajag dua temenku sayangnya mereka udah ada dirombongan itu! Aku malah tengkar sama temen satu kosku karna pas aku ajak keluar buat nyusulin anak2, dia gak mau. Tau gag ada hal yang bikin aku bergetar dan nerves setengah mati? Saat aku nangis di kamar buat nyeselin perbuatanku tadi (tengkar sama temen kos dan ngerasa dilupain sama anak2), si doi malah telepon. Shit, aku gag bisa jawab apa2 tau! Aku kaget, cos dia telepon pake nomor temenku. Oh God, kesannya gimana gitu. Tapi, rabu ini kami ada rencana buat ke Pare dan dia gag bisa dihubungi kayak biasanya. Smsku buat ngajakin dia ke Pare itulah smsku terakhir ke dia. Aku belum sms or di sms sama dia sejak kejadian senin malam itu! Sekarang aku kangen dia banget.Jangan biarin aku berpaling dari kamu donk, aku gag mau orang lain. Aku cuma pengen kamu, ngerti gag seh?

You’re the One that I don’t Want By Alexandra Potter

                Lucy Hemmingway is twenty years old woman who is still unmarriage. She is born in Manchester city and moved to London to get her college. After she is graduated from the art department, she is being a painter but it’s not for a long time because she could not get money from that. So, she worked at a gallery in London and had a boss named Franky. One day her boss gave her an opportunity to move to New York, helps his friends, Magda Zuckerman. In New York, before she get her own apartment, Lucy stay with her old sister—Kate Hemmingway who is a successful lawyer and had been married with Jeff. She is type of woman who loves a discipline life and hates lateness. Then Lucy intends to have her own apartment so she share an apartment with Robyn, a massagerr in a spa in China Town. Nevertheless the place is small, she enjoy it.
            Luce—her nickname from her sister, have an ex-boyfriend named Nathaniel Kennedy. They met when both of them had a vacation in Venice, Italy. Luce thinks that Nate is her one; they are made for each other. Based on local belief, they kiss under the “Bridge of Sight” at sunset when the bell at the St. () are ringing, their love will be eternity love. Summer was over then they back each other to their own country, Nate to America and Luce back to London. They were dating one year by long distance relationship, but it was not work for long time. Nate broke up Luce because he found another woman and will marry her. Kate told Luce the news of Nate weddings which report in Times Magazine in order to Luce realize and moved on her life and forget Nate. But that was a hard things, although she is trying to date with other man, she still remember him.
            Ten years later, when she moved to New York, Nate does same things. He moved from Los Angles to New York. They met again when Nate bought up the entire stock of Gustav paint from the gallery where Luce works. Nate work as a television producer and life in penthouse in the middle of New York. He divorced with his ex-wife, Beth. So, they are dating again. It makes her sister going mad but Luce ignores it. Unfortunately, Nate had been changed to be another person who is Luce did not know. He is vegetarian now, did not drinks coffee again, and doing yoga. Nate transformed Luce to be another person likes he want and it makes Luce unhappy. He told Luce not to drinks coffee, but actually every morning she drinks coffee. One day, Nate and Luce mad to each other. Luce goes to museum (MoMA). In there she saw someone named Adam; they met intuitively in the road when Luce wants to visit her sister and met again in her gallery exhibition, he came without invitation and eat free there. Adam forces Luce to be his guide in that museum, after it he will tell her about films. In the evening, they say goodbye each other and subconsciously Luce fell loose him.
            When Luce saw her phone, there was a lot of miscall and messaged from Nate, then Luce tried to call him back. Nate gave her an hour to got ready because they will went to his friend’s party.  In fact, there was no time for her to get ready. She must done some things first before go. One hour later she still not ready yet and it makes Nate angry. In the party, Luce does not enjoy it and want to go back by herself. But Nate said he will pick her and they are disputed again in the cab when they want to decide where they will go, Nate’s penthouse or Luce’s small apartment? So, they break up again and hope that will not together anymore.
            Next following day, when Luce takes a walk to see his sister, she meets Nate in the road. They are bumping until coffee which Luce brings is spilled out. That was terrible for them. It is not the only coincidental they can meet, after it they meet again in the sushi bar. Then they meet in the gym and so many other things that make them meet each other. Robyn said that it’s because of universe do not want they are separated (the power of the local belief which they tried in Venice). Although they want to break up but they cannot and always meet again. Kate makes some note for Luce which is “the way to get rid from the one”. Different with Robyn who belief in power of spirit, she suggest Luce to do some ritual. For the result Luce arrested by the policeman and Adam who save her.
            The big trouble of their meet is happened when both of them go to Martha’s Vineyard. By accidentally they must stay in the same hotel because all hotels in that island were full. Luce tries the strategy from her sister (Kate thinks that all the coincident with Nate is Nate’s plan to back again with Luce). In the end of their trip in Martha’s Vineyard, Luce said that she love Nate. But Nate know that was lie, she do not loves him like before. He said that he really want to get rid from Luce and walk on his life.
            After came back to New York City, Luce going to date with Adam. They watch films that Adam’s love in the movie which is only they are and no one in that movie. Then they back to Luce’s apartment, when they are kissing suddenly Nate come and angry to Luce because of her, Beth does not want to reconciliation with Nate (Luce pick up the telephone when they are in Martha’s Vineyard which is from Beth). Adam being mad and go away from Luce. He does not pick up Luce’s call and reply her email or message. It makes her sad. Beside that her sister, Kate also faced a problem. Her husband got cancer that’s why Jeff body decreases in size. Robyn, her roommate is break up with her friend, Daniel (son of Magda). That was so complicated.
            The only one way to make it stop is she should back to Venice with Nate to brook the legend. When she is in Venice she takes walk around the piazzas and coincidently she met a man who told her about the legend. He said that the legend is powerful but the most powerful in the world is love. When she falls in love with another person it will make the legend broke. So, she meet Nate in the Bridge of Sight, there she accidentally fall to the river and Adam save her then they kiss under the bridge, so the legend between she and Nate is over. Jeff’s surgical operation has been successful and Kate being a new one who does not like to angry. Robyn and Daniel is finally being a couple after they are separated for a while. Then this novel ended by happy ending for all characters. They happily ever after, like what Luce wish for.

Friday, September 09, 2011

Mirip gag ? ?




ISeng-iseng ngedit fotonya Avril yang aku gabungin sama foto ku....

Penggalan Kisah Tentang Aku

Kemarin malam adalah hari terpanjang ku bersamamu meski kita tak hanya berdua, tapi setidaknya kita hanya membicarakan masalah kita berdua. Aku tak akan menyesal untuk menjadikanmu koordinator acara, karena dengan begitu kita bisa sering berbicara. Ini memang salah, tapi aku menyukainya. Menyimpan perasaan itu sudah hal yang lumrah bagiku. Ketika untuk pertama kalinya aku menyukai sahabatku aku pun kehilangannya hanya dalam waktu beberapa hari saja. Lalu selama tiga tahun kami berlajar di sekolah bahkan di kelas yang sama, kami bagaikan musuh bebuyutan. Tidak ada lagi becandaan sebagai teman yang ada hanya kata-kata menyakitkan untuk satu sama lain. Aku membencinya karena ia tak mau dengan lapang hati menerima teman sepertiku yang menyukainya. Semakin kuat aku mencoba mengeluarkan bayangnya dari benakku maka semakin menari-nari bayangan itu dalam benakku. Ya sudah aku tidak lagi mencoba melupakannya. Kemudian diakhir-akhir kami bersekolah ada beberapa kejadian yang mjelibatkan aku dan ia dalam satu kesempatan. Namun entah mengapa ketika aku telah menjadi temannya di FB ia meremoveku? Masihkah ia marah dengan kejadian yang lalu? Sampai detik ini aku tak pernah tau alasan pasti kenapa ia tak mau lagi berteman denganku. Mungkinkah ia tak ingin aku terlalu mengharapkannya jika kami masih bersama dan berteman? Ataukah ia malu karena aku yang menyukainya bukan wanita yang sesuai tipenya?
Kali kedua aku menyukai temanku sendiri, tak secara langsung aku berpisah dengannya. Namun karena kami sudah lulus dan tak ada kabar sama sekali maka kami berpisah. Dan baru beberapa hari yang lalu kami berjumpa lagi setelah hampir 2,5 tahun tidak bertemu. Aku masih deg-deg’an jika menatap matanya. Bukan karena masih menyukainya hanya saja aku malu karena hampir semua orang yang ada di sana tau perasaanku dulu untuknya. Oh ya, ada hal yang tak biasa aku mengerti hingga saat ini. Mengapa di setiap kali aku mau mengucapkan nama seseorang lelaki yang aku sukai malah namanya yang muncul dalam benakku? Diriku merasa keanehan.
Dan dalam kehidupanku di kampus, ada beberapa laki-laki yang aku sukai. Ada yang kakak kelasku sendiri di jurusan yang sempat aku bohongi dengan dulu mengajak kenalan tapi dengan merahasiakan identitasku tapi gak lama. Aku menganggapnya hanya saudara karena aku sudah tau tipe wanita yang bagaimana yang ia sukai dan ia tampaknya tidak suka denganku dalam konteks aku menyukainya.


Cerita Cintaku Bermula dari Kamu

Tere bimbang, terus terang apa yang sedang ia rasakan bukanlah sesuatu yg sering ia alami. Ini hal baru dalam hidupnya, ia jatuh cinta untuk pertama kalinya. Pada seseorang yang sangat ia kenal, teman satu kelasnya yang juga sahabat karibnya. Mereka sudah sering bercanda dan menghabiskan waktu bersama. Awalnya bagaimana bisa Tere bisa jatuh cinta pada Awan, hanya saja tahu-tahu ia cemburu setiap kali Awan terlihat dengan teman perempuannya yang lain. Ia juga merasa deg-degan tiap tak sengaja menatap mata Awan.
Memang Tere sudah sering berpacaran tapi ia tak pernah mencintai satupun mantan pacarnya itu. Kadang ia hanya merasa kasihan saja pada laki-laki yang menembaknya dan tidak hanya dalam sekali waktu, biasanya sampai tiga atau lima kali baru Tere mau menerimanya. Setelah berpacaran pun paling lama hubungannya bertahan hingga dua atau tiga bulan saja, banyak alasan yang ia buat agar tidak lama dalam berpacaran. Pernah ia pura-pura menjadi gadis yang manja atau menjadi gadis matre.
Ia dan Awan sudah lama kenal sejak mereka sama-sama satu kelas di jurusan Sastra Indonesia di salah satu Universitas tertua di kota Surabaya. Meski kenal sejak awal kuliah tapi mereka baru dekat setelah Tere ada sedikit masalah dengan kawannya, ia melalui kuliahnya sendirian. Yang dulunya ia selalu duduk bertiga di depan kelas bersama Ani dan Loli, kini ia duduk sendirian di pojok kelas. Ia pun mulai dekat dengan beberapa anak cowok di kelasnya. Mungkin karena di kota asalnya ia sudah memilki banyak teman cowok maka ia tak lagi canggung ketika di ajak “ngopi” bersama mereka.
Hobinya ketika di Pasuruan –kota asalnya adalah “ngopi” di alun-alun kota, melihat balapan liar, bertengkar dengan temannya, “ngejailin” orang, mancing lele di sungai dekat rumahnya bersama sang ayah, dan beberapa kegiatan cowok lainnya. Tidak diragukan lagi bahwa Tere termasuk cewek tomboy, tapi ia tak mau disebut demikian. Ia merasa itu hal wajar karena ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang rata-rata cowok. Dia memiliki dua kakak cowok dan tidak memilki saudara perempuan. Sang ayah pun tak pernah “membedakan” dalam hal mendidik anak. Maka jadilah Tere sebagai cewek tomboy.
Kebiasaan dan juga hobi yang sama membuat mereka cepat akrab. Tiap malam ketika mereka merasa bosan dan suntuk di kost, mereka lebih suka berkumpul di pelabuhan timur yang sudah tidak diperuntukkan sebagai dermaga. Di sana banyak orang-orang yang berjualan, tapi “ngopi” adalah kesukaan mereka ketika di sana. Sambil membawa gitar, Fajar mulai menyanyikan beberapa lagu dan banyak sekali lagu yang bisa ia mainkan. Terkadang mereka membawa kartu dan main di sana. Atau bahkan mereka hanya duduk-duduk sambil menikmati angin laut di malam hari.
Dari banyaknya intensitas pertemuaan dan juga sms yang Tere dan Awan lakukan, maka tanpa Tere sadari perasaan yang ia miliki bukanlah sekadar rasa sayang pada teman namun sesuatu yang lebih kompleks. Rasa sayang seorang cewek pada seorang cowok. Tere sebenarnya tak tahu pasti apa iya benar yang ia rasakan adalah cinta? Namun ketika ia tahu Awan menjemput Rasti –teman sekelas mereka, ia merasakan hatinya terluka. Ia pun marah dan jengkel seakan ia tak rela mereka sedekat itu.
Suatu hari, ketika Tere malas sekali untuk kuliah dan merasa bosan di kost. Ia pergi ke kontrakan Awan –kontrakan Awan bersama tiga temannya (Sairil, Harun, dan Kholidi, ketiganya satu kelas), di sana hanya ada Awan yang kebetulan tidak mengambil mata kuliah itu. Kontrakan Awan merupakan base camp mereka, ditempat ini mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama selain di pelabuhan. Tere memilih bermain laptop milik Harun di kamar kedua milik Harun sedangkan Awan masih menghabiskan rokoknya di ruang depan. Karena tidak ada games yang asyik Tere malah menonton film, kemudian Awan yang sudah menghabiskan rokoknya ikiut menonton film bersama Tere. Sebuah film berjudul “A Walk to Remember”, berkisah tentang seorang cowok yang jatuh cinta pada cewek culun di sekolahnya padahal si cewek sudah memperingatkannya untuk tidak jatuh cinta padanya karena ia mengidap kanker darah putih atau bahasa ilmiahnya Leukimia. Di akhir cerita si cewek meninggal dan cowoknya menjadi seorang dokterempat tahun kemudian. Ia pun menjadi orang yang lebih baik karena dulunya sebelum mengenal si cewek, ia adalah berandalan.
Tidak sengaja Tere menjatuhkan air matanya dan Awan melihat hal itu tanpa sadar ia berusaha untuk menghapus air mata Tere. Sesaat mereka saling pandang dan Tere merasakan jantungnya berdegub sangat kencang, ia kaget karena tidak akan mengira Awan akan mengusap pipinya.
“Hei, yang lain pada kemana neh?” terdengar suara dari ruang depan. Keduanya lalu merasa kikuk dan malu.
“Lagi kuliah.” jawab Awan dari dalam kamar dan keluar untuk melihat siapa orangnya. “Oh, kamu Di. Gak kuliah emangnya?”
“Tadi kesiangan bangunnya. Sendirian? Tapi di depan ada motornya Tere...”
“Anaknya ada di kamar, habis nonton film bareng.”
“Eh Jodi!” sapa Tere dari kamar ketika Jodi melihat ke dalam kamar.
“Bukan habis lihat film pornokan? Haha, becanda bro!”
“Ngawur aja kamu. Habis lihat, apa Re judulnya?”
“A Walk to Remember!”
“Oh, film itu toh. Bagus ya? Aku aja sampek nangis gara-gara sedih lihat endingny.”,”Ya udah aku ke kontrakan Gio, anaknya baru bangun kayaknya! Tadi masih di kunci kontrakannya.” Kata Jodi setelah membaca sms.
“Iya.” Jawab Awan.
Kembali mereka hanya berduan saja di kontrakan, namun Awan memilih duduk di ruang depan sambil menyalakan rokok. Tere tersenyum mengingat kejadian tadi bersama Awan. “Aih, romantis banget!” ucapnya perlahan sambil mengacak-acak rambutnya. Ia tertawa kecil, “Hahaha.”
Itu adalah salah satu momen-momen “romantis” bagi Tere, ada beberapa hal pula yang terjadi ketika mereka hanya berdua entah itu di kontrakan atau di kampus. Hanya ada satu orang yang tahu tentang perasaannya pada Awan, Rini. Secara tidak sengaja ia menceritakan tentang perasaannya kepada Rini, memang ia tidak menyebutkan nama namun dasarnya Rini itu orangnya penasaran ia pun mulai mengumpulkan kepingan-kepingan bukti siapa cowok yang Tere sukai. Ketika mereka keluar hanya berduaan, tiba-tiba Rini mengatakan “Aku kayaknya tau sapa yang kamu suka Re!”, Tere malah ngeles dan membahas hal lain. Rini melihat Tere yang malu lalu mengikuti alur percakapan Tere.
Lambat laun Tere butuh teman untuk curhat, maka ia putuskan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Rini. “Haha, udah aku tebak!” kata Rini saat Tere mulai jujur padanya.
“Maaf ya aku dah cari tau tentang someonemu itu. Aku penasaran banget dan aku anaknya emang gini, suka cari tau. Gak marahkan?”
“Ya udah terlanjur kamu tau juga, jadi gak kenapa-napa deh. Buat apa aku marah khan aku yang cerita duluan ke kamu masalah perasaaanku ini!”
“So, apa yang bakal kamu lakuin? Kata kamu khan Awan menunjukkan sinyal kalo dia juga suka sama kamu.”
“Aku gak tau Rin, masak iya aku harus “nembak” dia duluan kayak yang di iklannya minuman di televisi. Haha.”
“Aduh, jangan! Mana harga dirimu sebagai cewek Re, kalo kamu yang nembak Awan duluan? Tunggu Awannya yang nyatain ke kamu.”
“Tapi menunggu itu menyakitkan, lagi pula kamu tau sendiri dulu Awan pernah mendam perasaan sama teman SMAnya selama hampir tiga tahun dan akhirnya gebetannya itu diambil sama teman dekatnya.”
“Hm, tipe cowok yang susah ngungkapin perasaan ya? Gimana pun kamu itu cewek dan gak boleh nembak duluan, meski ini jaman emansipasi buat para cewek tapi tidak dengan hal ini. Ngerti kamu Re?”
“Iya Rin, aku tau. Malu juga kali kalo aku yang nembak duluan, iya kalo aku bener. Kalo Awan sebenernya gak ada perasaan ke aku khan jadi tengsin.”
“Gini aja deh, sambil kamu nunggu si Awan “nembak”. Kamu kasih sinyal ke dia, istilahnya ngasih tau kalo kamu juga suka sama dia. Dengan begitu mungkin dia akan segera “nembak” kamu.”
“Kamu bener Rin! Ok deh aku akan menunjukkan kalo aku sayang ke dia.”
Namun sayang, Tere tidak bisa melakukannya. Entah mengapa setiap kali ia diajak Awan untuk pergi bersama malah ia tolak dengan keras. Saat Rini memaksa untuk meminjam motor Tere agar Tere bisa nebeng Awan, ia tidak dengan segera memberikan kunci motornya. Lama-kelamaan Rini kesal dan mengambil sendiri kunci dari tas Tere.
“Wan, tar anterin Tere balik ya!” Awan mengangguk dan Tere hanya diam sambil bersorak dalam hati. Bukan pertama kalinya ia bisa mendapatkan kesempatan untuk dibonceng Awan, tetap saja itu pengalaman yang luar biasa baginya.
Seiring berjalannya waktu Awan tak kunjung juga menyatakan perasaannya pada Tere. Ia malah lebih sering curhat tentang mantan pacarnya yang ia tinggal karena tak mau menjalani hubungan long distance. Awan merasa menyesal dan ingin menemui sang mantan untuk minta maaf atas kelakuannya yang telah meninggalkan tanpa ada kata pisah. Jadi bisa dibilang mereka masih ada hubungan yang belum usai. Membaca tiap kata dari sms Awan yang merasa menyesal membuat Tere tersiksa, batinnya terkoyak. Bagaimana bisa ia kuat mendengar curhatan Awan tentang mantannya? Tak seorang pun akan kuat jika dalam posisi Tere.
Patah hatinya untuk yang pertama kali, tapi Rini menguatkannya. Ia berkata bahwa mungkin Awan tidak ada niatan untuk kembali merajut benang kasih dengan mantannya. Tere terlanjur terluka, ia berpendapat bahwa cinta itu hanya pembodohan saja. Hanya ada rasa sakit di dalamnya, cinta pertamanya telah mengores luka sayatan dia ulu hatinya.
“Cerita cintaku bermula dari kamu, Moch. Kurniawan!” Tere menulis di sebuah kertas yang kemudian ia sobek-sobek hingga berkeping-keping dan menghempaskannya ke udara. Tumpah juga air matanya dan tidak ada tangan yang siap mengusapnya.
“Re, kamu kenapa?” tanya Rini. Kebetulan saat itu Tere sedang menginap di kost Rini.
“Iya, I’m fine. Just let my tears go down, okay?”
“Ok, I’ll go out if you want.”
“Thanks, but it’s ok if you here.”
Tere menghabiskan air matanya malam itu, tak pernah ia menangis karena seorang cowok. Awan adalah cowok pertama yang ia tangisi. Cowok pertama pula yang ia biarkan menyentuh pipinya dan yang jelas Awan itu cinta pertama Tere!
Dua bulan berlalu sejak kejadian Tere menangis di kamar Rini, sekarang Tere jauh lebih bisa menguasai diri ketika Awan mulai membahas mantannya. Satu hal yang baru Tere sadari adalah Awan hanya bersikap manis ketika mereka sms-an dan hanya berduaan saja, namun jika di depan yang lain mereka tampak seperti musuh. Sering ejek satu sama lain, saling mengerjai, dan hal lainnya yang membuat orang mengira mereka itu tidak rukun. Di titik inilah Tere pasrah, ia bingung apakah Awan juga menyukainya? Atau hanya menganggapnya teman? Ia pernah menjauh dari Awan, sekadar untuk menenangkan hatinya, ia tak mau membalas sms atau mengangkat telepon Awan. Ia pun jarang ikut kumpul-kumpul di kontrakan juga di pelabuhan. Itu semua ia lakukan demi menyembuhkan luka hatinya.
Ia putuskan untuk menerima Awan sebagai sahabatnya saja, ia akan membantu Awan untuk kembali pada Dini –mantan Awan. Baginya melihat orang kita cintai bahagia meski bukan dengan cinta yang kita beri tapi oleh cinta orang lain yang ia cintai adalah yang lebih membahagiakan.
“Cinta ini telah mendewasakanku, Rin. Aku bakalan bantu Awan untuk kembali dengan Dini. Kebetulan Dini itu teman saudaraku yang ada di Trenggalek. Ah, dunia itu sempit ya ternyata? Dulu aku pernah ketemu sama Dini waktu ke tempat saudaraku itu.” Kata Tere sambil tersenyum.
“Oh ya? Tapi apa hati kamu kuat dan rela? Apa kamu masih bisa tersenyum ketika melihat mereka? Bukan aku ngeraguin keputusanmu, Re. Aku Cuma gak mau kamu sakit hati terus. Inget ya, kamu masih punya aku dan yang lain kalo kamu butuh telinga untuk mendengarkan keluh kesah kamu!”
“Makasih Rin, tapi aku udah yakin 100% kok. Aku cuma kasih Awan saran-saran dan nomer hp Dini yang baru. Terserah apa mereka balikan atau gak. Semoga Awan bisa nemuin kebahagiannya.”
“Amien. Kamu juga harus kayak gitu. Semangat Tere!”
Rini memeluk Tere dan mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan agar penat yang di dada hilang. Tere memacu sepeda motornya ke arah Bangkalan kota, menuju alun-alun. Itu tempat yang pas untuk menjernihkan pikiran dengan melihat anak-anak kecil bermain di area bermain dan minum es campur langganannya di temani oleh sebungkus kebab asal Turki. Betapa indahnya hidup jika kita tidak memandang masalah adalah beban.

Friday, August 05, 2011

Couple ? ?

Gak Ada Judul

Sekarang apalagi yg harus akuw katakan jika kata-kata kuw sudah kau habiskan untuk menerjemahkan getar-getar getir yg akuw rasakan padamu sejak hari itu.... Hari yg di mana kita habiskan memang tag hanya berdua saja pi bersama beribu-ribu bebintang di atas ubun-ubun kita... Memang tag kau genggam tangan ini pi taukah kau hati kuw sudah sejak lama terjerat oleh panah asmnara yg dibawa oleh cupid yg selalu bergelayut manja di balik punggungmu itu ? ? Hahaha,, jangan kau tertawakan akuw... Apa kau kira ini semua lucu ? ? Jika saja kau mau mengerti akuw pi tag usahlah,, akuw takut nantiny malah pengertianmu itu akan merubah kuw menjadi sesuatu yg akuw benci....

Story of Me

Someday I met a boy. He is my classmate. He was funny and cute one. I said "Wow,,may I love him God?". But suddenly I knew that he had a girlfriend. than I decided to looked for another person to love. He really love his girl and in my opinion his girl love him too. Everywhere she goes he goes to, like they could not separated until they die. Honestly I'm jealous with their absorption. But, I do not disturb their relationship until I heard that they are finished their relation. Its mean that they are not dating anymore. Happy ? Yes, I am! Than I tried to be close to him because I heard from my own ears that he will not come back with his ex who already found the new one to replace his place in her heart. I entered his gang and started know who is he and who are the others personnel of the gang. At the first time I think they are such a stupid people and just have fun, but I was wrong. Now, I learn some important things from them. How about him? I am still hope that we can be together not in couple relation its okay, being a friends I think it is a better idea. Because I know that I am NOT his criteria and he will not see me in another side of my life as my self who in love in him. "Joek,we are friend forever!". Its enough.




Curhatanku

This night is the first time I can spent my time with him in Surabaya.... How wonderful night.... Could I repeat it again ? ? God,,can I hope that he is the person can I give my love ? ? Even he don't have same feel with me n maybe never.... I'm tired to look for a heart which can receive my feel... May be I should pray like this "Make me meet my soul mate in the right time when both of we ready to married.".
I always like a person just to look for my father's figure.... Am I wrong ? ? Shit...!!!!!

Wednesday, August 03, 2011

PadaMu, sebuah Do'a

Kala senja datang menyapa

Aku berdiri di ujung kelamku

Mentariku kini telah menjauh

Dan aku ini,

Masih terpaku dalam lumpur hitam

Di manakah harus ku basuh tangan-tangan nistaku ini?

Untuk mendapatkan mentariku kembali

PadaMu sujudku persembahkan

PadaMu jiwaku serahkan

Namun cukupkah itu Tuhan?

Rengkuh aku bila jalanku mulai berbelok

Pegangi aku bila salah ku titi

Agar tak ada kelabu dan temaram lagi

Agar mentariku mau kembali.

  
Telang, 16 juni 2010-06-24
WDF
Kuloajoek.blogspot.com